Jumat, 19 Desember 2014

Laporan Praktikum Biologi Struktur Sel

Hai Sobat maya! Baru on lagi niih. kali ini aku bakalan share Laporan , yang bikin aku ngak tidur semalaman. smoga bermanfaat sobattt!!. sering sering mampir diBlog aku yah....
LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM BIOLOGI KEPERAWATAN

STRUKTUR SEL
 
 



DISUSUN OLEH :
KELOMPOK III

DIESY AYU RACHMAN
HAIKAL Z MOHAMAD
MINARTY DANTUMA
NURFATWA ISLAMININGTIA A. ILHAM
RATIH SUPRAPTI
SITY JUNIARTIKA ISHAK

LABORATORIUM JURUSAN BIOLOGI
JURUSAN KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN DAN KEOLAHRAGAAN
UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
2014








Praktikum I
A. Judul          :
Struktur Sel
B. Tujuan        :
                         Mahasiswa dapat menjelaskan struktur sel
C. Dasar Teori
Semua makhluk hidup tersusun dari sel,baik sel yang bersel satu (uniseluler) dan sel yang bersel banyak (multiseluler). Sel dikatakan sebagai unit atau kesatuan dasar kehidupan.  Sel berasal dari kata dalam bahasa latin cella atau cellulae yang berarti kamar-kamar kecil atau ruangan yang berukuran kecil atau ruangan yang berukuran kecil. (Waluyo,2006.18)
Pengetahuan tentang sel telah dimulai sejak abad ke-17,dimana pada waktu Robert Hooke (1635-1703) dari Inggris seorang kaca pedagang kaca berhasil membuat alat yang dapat digunakan untuk mengamati benda-benda yang sangat kecil .Alat itu dikenal dengan nama mikroskop.Dengan mikroskop itu Robert Hooke dapat melihat bagian-bagian dari irisan kulit kayu yang mati dan sangat kecil.Hasil pengamatan itu berupa petak-petak segi empat yang ditengahnya kosong .Benda tersebut disebut sel yang berarti petak atau ruang kecil.
Sel yang dikatakan hidup adalah sel yang masih memiliki inti sel dan sitoplasma. Apabila dalam ruang sel terdapat protoplasma maka sel tersebut bisa  dikatakan hidup karena pada  protoplasma terdapat plasma sel yang mengandung inti sel, butir-butir plastida, dan mitokondria. (Winarto,1981:41)
Pada umumnya sel itu bersifat mikroskopis yang artinya tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Besarnya dibatasi oleh membran .Suatu sel yang sangat aktif melakukan metabolisme tidak akan mempunyai volume yang besar. Setiap sel bergantung pada sel-sel lain untuk melakukan fungsi-fungsi yang tidak dapat melakukan sendiri. Meskipun sel itu beracam-macam, terdapat persamaan tertentu pada sifat-sifat bentuk dan fungsional yang lazim bagi kebanyakan sel. (Kimball,1992)
Sejak jutaan tahun yang lalu sudah ada kehidupan berbagai organisme. .Untukkelangsungan hidup dan mempertahankan jenisnya, setiap organisme mengalami perubahan struktural dan fungsional dalam kurun waktu ratusan tahun, sehngga organisme membentuk dua kelompok besar, yaitu:sel prokariotik dan sel eukariotik .(Waluyo,2006:18)
Sel prokariotik, yaitu sel yang tidak mempunyai membran inti. Sel ini intinya tidak jelas, biasanya berupa nukleid. Organelnya tidak lengkap, pada umumnya hanya terdapat nukleid, mesosoma, dan lamela. Sel prokariotik hanya memiliki membran luar yang membungkus sel. Sel prokariotik umumnya terdapat pada organisme berbentuk unisel . Contoh organisme prokariotik, yaitu: Bakteri dan ganggang biru. (Waluyo,2006:18)
Sel eukariotik mempunyai inti yang jelas.Inti dibatasi oleh membran inti,yang bahan intinya terdapat di dalam inti sel. Sel eukariotik memiliki dua macam membran rangkap yaitu membran sitoplasma dan membran inti. Di dalam inti sel terkandung sebagian besar DNA.  Biasanya sel eukariotik membentuk organisme multisel, tidak dapat berguna apabila satu sel. Berbeda dengan organisme unisel dapat hidup meskipun hanya satu sel,krena kemampuannya dalam mempertahankan hidupnya baik dalam metabolisme maupun pekembangbiakannya, contohnya: pada tumbuhan dan hewan. (Waluyo,2006:18-19)




Secara struktural dan fungsional sel terdiri atas: membran plasma, nukleus, dan organel-organel lain.
  1. Membran Sel
Membran plasma merupakan suatu selaput yang membungkus suatu massa protoplasma. Sedangkan protoplasma yang mengelilingi nukleus disebut protoplasma. Komponen penyusun dasar protoplasma adalah air (H2O) dan yang jumlahnya berkisar antara 70-90 dari berat individu, terdapatnya dalam bentuk bebas atau terikat.
Lipid dan protein adalah penyusun utama membran, walaupun karbohidrat juga penting. Lipid yang paling melimpah di sebagian besar membran adalah fosfolipid.   Membran bersifat permeabilitas selectif artinya memungkinkan beberapa zat untuk menembus membran tersebut secara lebih mudah daripada zat-zat lain. (Campbell,2008:135)
Fungsi membran untuk mengatur pertukaran zat, sebagai pelindung, tempat menerima rangsang, serta  pertahanan.
  1. Nukleus
Nukleus mengandung sebagian besar gen dalam sel eukariotik ( sebagian gen terletak dalam mitokondria dan kloroplas ) Nukleus umumnya merupakan organel yang paling menonjol dalam sel eukariotik dengan diameter 5 m. (Campbell, 2008:108)
Ada beberapa bagian dari nukleus:
1.      Membran inti
Membran inti memisahkan inti sel dari sitoplasma, terdiri atas dua lapisan. Dalam berhubungan dengan inti sel dan lapisan luar, berhubungan dengan membran retikulum endoplasma.
2.      Nukleoplasma dan Kromosom
Inti sel mengandung nukleoplasma. Bahan kimia yang terdapat pada nukleoplasma yaitu larutan fosfat, gula ribosa protein, nukleotida, dan asam nukleat. Di dalam nukleoplasma terdapat pada nukleoplasma terdapat benang-benang kromatin tampak jelas saat sel membentuk kromosom.
3.      Nukleolus
Setiap nukleolus mengandung nukleoli yang berbentuk bulat, secara kimia mengandung RNA dan protein. Nukleous berfungsi mesintesis RNA ribosom. (Waluyo,2006:25)
2.      .Organel-organel sel
  1. Retikulum Endoplasma
Berfungsi untuk alat transportasi zat-zat diperlukan intisel dari luar inti sel. (Waluyo,2006:23)
Ada dua macam RE, yaitu:
·         RE halus berfungsi dalam berbagai proses metabolik, yang bervariasi menurut tipe sel. Proses-proses ini antara lain adalah sintesis lipid, metabolisme karbohidrat, serta detoksifikasi obat-obatan dan racun. Enzim-enzim pada RE halus penting dalam lipid, termasuk minyak, fosfolipid, dan steroid. (Campbell,2008:113)
·         RE kasar berfungsi menyekresikan protein yang dihasilkan oleh ribosom yang melekat pada RE kasar. (Campbell,2008:114)
  1. Ribosom
Ribosom yang merupakan kompleks yang terbuat dari RNA ribosom dan protein,  merupakan komponen seluler yang melaksanakan sintesis protein. (Campbell, 2008:112)
Ribosom terdapat di dalam sel hewan dan tumbuhan. Pada sel tumbuhan ribosom biasanya letaknya menyebar, sedangkan pada sel hewan menyebar dan ada juga yang menempel pada Retikulum Endoplasma.(Waluyo,2008:23)
2.      Mitokondria
Merupakan tempat respirasi seluler, metabolik yang menghasilkan ATP dengan cara mengambil energi dari gula, lemak, dan bahan bakar lain dengan bantuan oksigen.Mitokondria diselubungi oleh dua membran, yang masing-masing merupakan lapisan ganda fosfolipid dengan sekumpulan unik protein yang tertanam di dalamnya. Membran luar bertekstur mulus, namun membran dalam berlipat-lipat, dengan pelipatan ke dalam yang disebut krista. (Campbell,2008:118)
3.      Badan Golgi
Kita dapat menganggap badan golgi sebagai pusat pembuatan, penggudangan, pemilahan, dan pengiriman. Di organel ini, produk-produk RE, misalnya protein dimodifikasi dan disimpan serta kemudian dikirimkan ke berbagai tujuan lain. Badan golgi terdiri dari kantong-kantong pipih bermembran sisterna yang terlihat seperti tumpukan pita bread.Badan golgi dibangun oleh membran yang berbentuk kubus dan juga vesikula. Badan golgi terdiri dari berlapis-lapis ruangan yang juga ditutupi oleh membran. Badan golgi mempunyai 2 bagian, yaitu bagian cis dan bagian trans. Bagian cis menerima vesikel-vesikel yang pada umumnya berasal dari RE kasar.Vesikel ini akan diserap ke ruangan-ruangan di dalam badan golgi dan isi dari vesikel tersebut akan diproses.Ruangan-ruangan tersebut akan bergerak dari bagian cis golgi menuju bagian trans. Di bagian inilah ruangan-ruangan tersebut akan memecahkan dirinya dan membentuk vesikel, dan siap untuk disalurkan ke bagian-bagian sel yang lain atau ke luar sel.
4.      Lisosom
Lisosom terdapat pada sel hewan, bentuknya seperti bola dan ukuran diameternya kurang lebih 500 nm. Lisosom mengandung enzim hidrolitik yang berfungsi untuk mencernakan bahan makanan yang masuk ke dalam sel, baik secara pinositosis (makanan berupa cairan masuk secara diminum ) maupun secara fagositosis (makanan padat masuk secara ditelan ) Waluyo,2006:24).

5.      Sentrosom
Pada umumnya sel hewan memiliki sentrosoma, letaknya pada sitoplasma dekat membran inti. Pada saat pembelahan mengandung 2 sentriol, sebuah sentrosom terbentuk dari 9 sel tabung masing-masing sel terdiri atas 3 buah mikrotubul berfungsi menggerakkan kromosom pada saat pembelahan sel.
D. Alat dan Bahan
1.      Alat

-       Mikroskop
-       Tusuk gigi
-       Pipet
-       Gelas penutup
-       Gelas objek
2.      Bahan
-       Mukosa pipih
-       Sel epitel
-       Sel darah manusia






E. Prosedur Kerja
1. Pengamatan Mukosa Pipih
 


-       Mengorek secara perlahan-lahan bagian dalam pipi
-       Meletakkan di atas kaca preparat
-       Menetes aquades kemudian tutup dengan gelas penutup
-       
Text Box: Sel terlihat tidak beraturan karena tidak memiliki dinding sel. Nampak organel sel berupa sitoplasma, membran plasma, dan nukleus.
Mengamati di bawah mikroskop





2.      Pengamatan Sel Epitel

Text Box: Sel Epitel
 


-       Meletakkan preparat awetan sel epitel dibawah mikroskop
-       Menggambar bagian-bagian dari sel
-       Menentukan bagian-bagian sel yang diamati
Text Box: Sel epitel yang mempunyai tinggi yang melebihi ukuran lebarnya. Dari permukaan epitel, bentuk selnya poligonal. Intinya yang berbentuk oval agak ke basal.
 





3.      Pengamatan Sel darah

Text Box: Sel Darah
 


-       Meletakkan preparat awetan sel darah dibawah mikroskop
-       Menggambar bagian-bagian dari sel
-       Menentukan bagian-bagian sel yang diamati

Text Box: Bentuk sel darah merah terlihat berbentuk cakram/ kepingan bikonkaf dan tidak mempunyai inti.
 






















F. Hasil Pengamatan

No
Percobaan
Perbesaran mikroskop
Gambar dokumentasi
Pengamatan
1
Preparat Mukosa pipih
Perbesaran 40x

- Bentuk sel tidak beraturan karena tidak mempunyai dinding sel.
- Bagian-bagian yang ditemukan dari hasil pengamatan, yaitu membran plasma yaitu bagian terluar sel yang melindungi bagian dalam sel, nukleus gambarnya berupa titik, dan sitoplasma, yaitu bagian antara membran dan nukleus.
2
Preparat Sel darah manusia
Perbesaran 40x
Bentuk sel darah merah terlihat berbentuk cakram/ kepingan bikonkaf dan tidak mempunyai inti.
3
Preparat Sel epitel
Perbesaran 40x
Sel epitel yang mempunyai tinggi yang melebihi ukuran lebarnya. Dari permukaan epitel, bentuk selnya poligonal. Intinya yang berbentuk oval agak ke basal.












G. Tugas
1.      Mengapa sel disebut sebagai satuan struktural dan satuan fungsional makhluk hidup?
2.      Sebutkan ciri-ciri jaringan epitel!
3.      Sebutkan pembagian jenis-jenis sel darah putih pada manusia!
4.      Apakah sel darah merah berwarna merah dan darah putih berwarna putih? Jelaskan!
Jawab
1.      Karena Sel sebagai kesatuan struktural berarti makhluk hidup terdiri atas sel-sel. Makhluk hidup yang terdiri atas satu sel disebut makhluk hidup bersel tunggal/uniseluler dan makhluk hidup yang terdiri dari banyak sel disebut makhluk hidup multiseluler.
Sedangkan Sel sebagai unit fungsional berarti seluruh fungsi kehidupan/ aktivitas kehidupan (proses metabolisme, reproduksi, iritabilitas, digestivus, ekskresi dan lainnya) pada makhluk hidup bersel tunggal dan bersel banyak berlangsung di dalam tubuh yang dilakukan oleh sel.
2.      Ciri-ciri jaringan epitel adalah sebagai berikut :
– ditemukan di seluruh tubuh
-          Berbentuk pipih, batang dan kubus.
-          Disusun oleh sel dan molekul ektraseluler berbentuk matriks yang berguna untuk mengikat jaringan kdengan bagian dibawahnya.
-          Berbentuk sel penyusun bervariasi bergantung pada fungsi dan letaknya
-          Mempunyai sebuah permukaan yang tidak berhubungan dengan jaringan lain, sedangkan permukaan lainnya berhubungan dengan membran dibawahnya.
-          Tidajk terdapat material diantra sel2 penyusunnya
-          Berfungsi sebagai penutup dan kelejar
-          Beberapa jenis epitel menunjukkan spesialisasi yaitu tonjolan jaringan untuk memperluan permjukaan, memindahkan partikel asing atau untuk pergerakan.
3.      Ada beberapa jenis sel darah putih yang disebut granulosit atau sel polimorfonuklearyaitu:
§  Basofil.
§  Eosinofil.
§  Neutrofil.
dan dua jenis yang lain tanpa granula dalam sitoplasma:
§  Limfosit.
§  Monosit.
4.      Sel darah merah berwarna merah, warna merah sel darah merah sendiri berasal dari warna hemoglobin yang unsur pembuatnya adalah zat besi. Pada manusia, sel darah merah dibuat di sumsum tulang belakang, lalu membentuk kepingan bikonkaf.
Sedangkan sel darah putih sesungguhnya tidaklah berwarna putih, tetapi jernih. Disebut sel darah putih untuk membedakannya dari sel darah merah yang berwarna merah. Sel darah putih bentuknya tidak teratur atau tidak tetap.











H. Pembahasan

Pengamatan Mukosa Pipih
Percobaan pertama mengenai pengamatan sel pada mukosa pipih, kami mengamati mukosa pipih dibawah mikroskop dengan perbesaran 40x terlihat bagian-bagian sel yaitu sitoplasma, membran plasma, dan nukleus.  Sel epitelium rongga mulut merupakah epitelium pipih berlapis banyak. Sel ini tidak memiliki dinding sel nyata, tetapi memiliki membran sel. Pada bagian tengah sel terlihat adanya inti sel serta terdapat cairan sitoplasma.
Sitoplasma tersusun atas air, protein, lemak, mineral, dan enzim-enzim di pergunakan untuk mencerna makanan secara ekstraseluler dan untuk melakukan proses metabolisme sel. metabolisme terdiri dari proses penyusunan (anabolisme) dan penguraian (katabolisme) zat-zat.Sitoplasma adalah fase cair dalam sel yang mengandung berbagai macam konstituen berupa organel sel, antara lain mitokondria, ribosom, dan lain-lain.
Membran sel atau membran plasma tersusun atas molekul lemak dan protein. fungsinya sebagai pelindung molekuler sel terhadap lingkungan di sekitarnya, dengan jalan mengatur lalu lintas molekul dan ion-ion dari dan ke dalam sel.
Inti sel atau nukleus merupakan organ terbesar sel, dengan ukuran diameter antara 10-20 nm. Nukleus memiliki bentuk bulat atau lonjong. Hampir semua sel memiliki nukleus, karena nukleus ini berperan penting dalam aktivitas sel, terutama dalam melakukan sintesis protein. Namun ada beberapa sel yang tidak memiliki nukleus antara lain sel eritrosit dan sel trombosit. Komposisi nukleus terdiri atas membran nukleus, matriks, dan anak inti.

Pengamatan Sel epitel
Dilakukan pengamatan terhadap awetan sel epitel dibawah mikroskop dengan perbesaran 40x. Terlihat bahwa sel epitel Sel epitel yang mempunyai tinggi yang melebihi ukuran lebarnya. Dari permukaan epitel, bentuk selnya poligonal. Intinya yang berbentuk oval agak ke basal. Fungsi dasar dari sel epitel adalah untuk memberikan lapisan pelindung untuk organ ia ditutupi.
Pengamatan Sel darah manusia
Dilakukan pengamatan terhadap awetan sel darah merah dibawah mikroskop dengan perbesaran 40x nampak sel darah merah berbentuk cakram/kepingan bikonkaf dan tidak mempunyai inti atau nukleus. Sel darah merah dibuat di sumsum tulang belakang, lalu membentuk kepingan bikonkaf.. Fungsi sel darah merah yaitu sebagai penghantar oksigen keseluruh tubuh, penentu golongan darah, menjaga sistem kekebalan tubuh, dan membantu pelebaran pembuluh darah.
















I. Kesimpulan
Semua makhluk hidup tersusun dari sel,baik sel yang bersel satu (uniseluler) dan sel yang bersel banyak (multiseluler). Sel dikatakan sebagai unit atau kesatuan dasar kehidupan.  Sel berasal dari kata dalam bahasa latin cella atau cellulae yang berarti kamar-kamar kecil atau ruangan yang berukuran kecil atau ruangan yang berukuran kecil. (Waluyo,2006.18)
Struktur Sel :
a.      Membran Plasma
b.      Nukleus (Inti Sel)
Organel yang terdapat di sitoplasma antara lain :
1.      Mitokondria
2.      RE kasar
3.      RE halus
4.      Ribosom
5.      Sentrosom
6.      Aparatus golgi
7.      Lisosom




DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2012. Laporan Praktikum Sel Mukosa Pipi. http://duuaaarra.blogspot.com/2012/05/laporan-praktikum-sel-mukosa-pipi.html Diakses pada tanggal 8 November 2014
Campbell, Neil .A, dkk. 2008. Biologi Jilid 1(Edisi kedelapan). Jakarta: Erlangga
Kimball. 1992. Biologi Universitas.  Jakarta: Erlangga
Lillipaly, Elena. 2013. Laporan Praktikum Bentuk dan Struktur Sel. http://nls11.blogspot.com/2013/06/laporan-praktikum-bentuk-dan-struktur.html Diakses tanggal 8 November 2014
Waluyo, Joko. 2006. Biologi Dasar. Jember: Universitu press
Waluyo, Joko, dkk. 2012. Petunjuk Praktikum Biologi Dasar.  Universitas Jember:Jember




Tidak ada komentar:

Posting Komentar