Sabtu, 20 Desember 2014

TUGAS ILMU KEPERAWATAN DASAR II

MAKALAH
TEORI-KONSEP & MODEL KEPERAWATAN

‘’TEORI ORLANDO (1961)’’



OLEH :
1.    MOH. FAKHRURROZI NOHU
2.    RAGWAN ALHASNI
3.    RATIH SUPRAPTI
4.      FATIMAH BAIDI



KELAS : A
JURUSAN : KEPERAWATAN





FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN DAN KEOLAHRAGAAN
UNIVERSITAS GORONTALO
2014


KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah Swt yang telah melimpahkan  rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulisan makalah yang berjudul Teori-Konsep dan  Model Keperawatan Menurut Teori Orlando (1961)  dapat diselesaikan. Shalawat beriring salam semoga dilimpahkan kepada Rasulullah Saw, keluarga, para sahabat dan orang-orang yang istiqamah di jalan-Nya hingga akhir hayat.
Makalah  ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang keperawatan, yang  kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Makalah ini disusun oleh kelompok dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari individual maupun yang datang dari luar. Namun penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari tuhan akhirnya makalah ini dapat diselesaikan.
Kelompok kami  juga mengucapkan  terima kasih kepada Dosen Pembimbing yang telah membimbing  kami agar dapat  mengerti tentang bagaimana cara kami menyusun makalah ini.
Semoga makalah  ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Kami mohon untuk saran dan kritikannya supaya kedepannya akan lebih baik dari sebelumnya.




Gorontalo,    November 2014

                                                                                                                                                                                                                               Penulis








BAB 1
PENDAHULUAN


Latar Belakang

Banyak  teori-konsep model kepertawatan yang telah dikembangkan para ahli keperawatan, dimana teori-konsep model kepertawatan merupakan suatu cara untuk memandang, menilai situasi kerja yang menjadi petunjuk bagi perawat dalam mendapatkan informasi untuk menjadikan perawat peka terhadap apa yang terjadi dan apa yamg harus dilakukan.
Teori-teori keperawatan juga digunakan dalam prakti,penelitian dan proses belajar-mengajardalam bidang keperawatan sehingga perlu diperkenalkan, disaji dan dikembangkan untuk memperkuat profesi keperawatan. Perawat perlu memiliki latar belakang pengetahuan baik secara teoritis maupun empiris terhadap teori-teori keperawatan yang da, sehingga perawat dapat memahami dan mengaplikasikan teori-teori tersebut.
Dalam memberikan pelayanan keperawatan yang ada adalah teori keperawatan yang dikembangkan oleh Ida Jean Orlando .



BAB II
PEMBAHASAN


1.         Riwayat Ida Jean Orlando
Ida Jean Orlando dilahirkan pada 12 Agustus 1926, lulusan Diploma pada Medical College New York tahun 1947, memperoleh Gelar B.S pada Perawatan Kesehatan Publik, di Universitas St. John;s Brooklyn tahun 1951, dan kemudian memperoleh gelas M.A bidang konseling kesehatan mental pada Universitas Columbia New York tahun 1954. Setelah menyelesaikan pendidikan terakhirnya, Orlando kemudian bekerja di Sekoilah Keperawatan New Haven Conneticut, selama 8 tahuan, pada tahun 1958, ia menjadi asosiasi peneliti dan investigator untuk proyek negara mengenai Konsep kesehatan Mental pada Kurikulum Dasar.
Proyek ini memfokuskan pada mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi integritas prinsip kesehatan mental untuk kurikulum dasar pendidikan keperawatan. Setelah 3 tahun ia melakukan pencatatan hasil penelitian dan ia menghabiskan waktu selama 4 tahun untuk menganalisa data yang diperolehnya pada penelitian tersebut, kemudian ia melaporkan penemuannya tersebut pada buku pertamanya yang diluncurkan pada tahun 1958 berjudul “The Dynamic nurse-patient relationship: Function, process and principle of Professional Nursing Practice”. Namun buku ini baru dipublikasikan pada tahun 1961. buku inilah yang memformulasikan Teori Dasar Keperawatan Orlando., dan dicetak kedalam lima bahasa yaitu : Bahasa Jepang, Hebrew, Prancis, Portugis dan Belanda. Pada tahun 1962 sampai dengan tahun 1972 Orlando bekerja sebagai Konsultan bidang Keprawatan Klinik di Rumah sakit Mc Lean Belmont.
Dan ia memberikan laporan hasil kerjanya selama 10 tahun dirumah sakit tersebut melalui buku keduanya yang berjudul : “ The Discipline anda Teaching of Nursing Process : An Evaluative Study”. Orlando memberikan beberapa kontribusi penting dalam teori dan [raktek keperawatan. Konsep mengenai proses keperawatan yang ia berikan meliputi beberapa kriteria antara lain:
•     Memberikan konsep hubungan yang digambarkan secara sistematik mengenai fenomena bidang keperawatan.
•     Mengspesifikasi hubungan antar konsep keperawatan
•     Menjelaskan apa yang terjadi selama proses keperawatan dan mengapa hal itu terjadi.
•     Mengdeskipsikan bagaimana fenomena keperawatan dapat dikontrol.
•     Menjelaskan bagaimana mengontrol guna memprediksikan hasil dari proses keperawatan.


2.          Konsep Utama dan Definisi
Orlando menggambarkan model teorinya dengan lima konsep utama yaitu fungsi perawat profesional, mengenal perilaku pasien, respon internal atau kesegeraan, disiplin proses keperawatan serta kemajuan
      1.   Tanggung jawab perawat
Tanggung jawab perawat yaitu membantu apapun yang pasien butuhkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut (misalnya kenyamanan fisik dan rasa aman ketika dalam mendapatkan pengobatan atau dalam pemantauan. Perawat harus mengetahui  kebutuhan pasien untuk membantu memenuhinya. Perawat harus mengetahui benar peran profesionalnya, aktivitas perawat  profesional yaitu tindakan yang dilakukan perawat secara bebas dan bertanggung jawab guna mencapai  tujuan dalam membantu pasien. Ada beberapa aktivitas spontan dan rutin yang bukan aktivitas profesional perawat yang dapat dilakukan oleh perawat, sebaiknya hal ini dikurangi agar perawat lebih terfokus pada  aktivitas-aktivitas yang benar-benar menjadi kewenangannya.
      2.   Mengenal perilaku pasien
Mengenal perilaku pasien yaitu dengan mengobservasi apa yang dikatakan pasien maupun perilaku nonverbal yang ditunjukan pasien.
      3.   Reaksi segera
Reaksi segera meliputi persepsi, ide dan perasaan perawat dan pasien.Reaksi segera adalah respon segera atau respon internal dari perawat dan persepsi individu pasien , berfikir dan merasakan.
      4.   Disiplin proses keperawatan
 Menurut George  (1995 hlm 162) mengartikan disiplin proses keperawatan sebagai  interaksi total (totally interactive) yang dilakukan tahap demi tahap, apa yang terjadi antara perawat dan pasien dalam hubungan tertentu, perilaku pasien, reaksi perawat terhadap perilaku tersebut dan tindakan yang harus dilakukan, mengidentifikasi kebutuhan pasien untuk  membantunya serta untuk melakukan  tidakan yang tepat.
      5.   Kemajuan / peningkatan
            Peningkatan berari tumbuh lebih, pasien menjadi lebih berguna dan produktif.
Tanggungjawab dari seorang perawat meliputi “bagaimana menolong seorang pasien dengan memenuhi kebutuhannya (misal; kenyamanan fisik dan mental yang harus diupayakan sedapat mungkin selama proses keperawatan berlangsung). Hal ini merupakan tanggungjawab seorang perawat dalam memenuhi kebutuhan psien baik melalui usahanya sendiri maupun menggunakan bantuan tenaga lain. Kebutuhan Kebutuhan merupakan “keadaan dimana seorang pasien membutuhkan, nutrisi, menyembuhkan atau mengurangi rasa sakit, dan menumbuhkan perasaan yang adekuat untuk sembuh. Tingkah Laku yang Timbul dari Pasien Tingkah laku yang timbul ini berupa tingkah laku verbal maupun nonverbal yang dapat dilihat oleh seorang perawat. Reaksi Langsung Reaksi spontan termasuk didalamnya persepsi dari keduanya yaitu perawat dan pasien, pemikiran dan perasaan dari keduanya.
Disiplin Proses Keperawatan Disiplin Proses Keperawatan termasuk di dalamnya komunikasi antara perawat dan pasien. Disiplin Proses Keperawatan atau disebut juga Delebrasi Proses Keperawatan inilah yang digambarkan pada buku pertama Orlando. Improvisasi Improvisasi di sini berarti bagaimana berkembang lebih baik, untuk memberikan hasil, atau untuk menggunakan beberapa manfaat dari suatu hal. Manfaat dari Perawat Kegunaan dari seorang perawt adalah untuk memberikan bantuan apa saja dalam rangka memenuhi kebutuhan pasien untuk sembuh. Tindakan Spontan Perawat Tindakan spontan dari seorang perawat adalah “segala tindakan perawat yang dilakukan berdasarkan suatu alasan untuk memenuhi kebutuhan segera dari seorang pasien. Tindakan Deleberatif Perawat Tindakan dleberatif adalah segala sesuatu yang diputuskan setelah mengetahui kebutuhan yang diperlukan dan kemudian berupaya untuk memenuhinya.
3.         Asumsi Pokok Teori Orlando
Hampir keseluruhan dari teori Orlando digambarkan secara implicit. Schmieding (1993) memberikan beberapa asumsi dari hasil tulisan Orlando mengenai empat bidang dan elebotasi mengenai pandangan Orlando mengenai:
a.  Asusmsi mengenai Keperawatan
o   Keperawatan merupakan profesi yang berbeda dengan disiplin ilmu lain.
o   Keperawatan professional mempunyai fungsi dan dan menghasilkan produk yang berbeda (hasil).
o    Terdapat perbedaan antara sekadar membaringkan dengan tindakan keperawatan yang professional.

b.  Asumsi mengenai Pasien
o   Kebutuhan pasien akan pertolongan merupakan suatu hal yang unik.
o   Pasien memiliki kemampuan untuk mengkomunikasikan kebutuhannya akan pertolongan
o   Ketika pasien tidak memperoleh kebutuhannya maka ia akan mengalami kemunduran.
o   Tingkah laku dari seorang pasien merupakan suatu hal yang memberikan makna.
o   Pasien mampu dan bersedia berkomunikasi secara verbal (atau tidak verbal)

c.   Asumsi mengenai Perawat
o   Reaksi seorang perawat terhadap pasiennya merupakan suatu hal yang unik.
o   Perawat seharusnya tidak menambah tekanan pada seorang pasien
o   Pemikiran dari seorang perawat merupakan alat utama dalam menolong seorang pasien.
o Perawat menggunakan respon yang spontan dalam menjalankan tanggungjawab keperawatannya
o   Praktek keperawatan seorang perawat dikembangkan berdasarkan gambaran dari diri mereka masing-masing.

d.      Asumsi mengenai situasi yang terjadi antara Pasien dan Perawat
o   Situasi hubungan antar perawat dan pasien merupakan suatu hal yang dinamis
o   Hal-hal yang terjadi dalam interaksi antara asien dan perawat merupakan bahan utama dalam mengembangkan pengetahuan seorang perawat.


4.         Pokok Utama Dari Teori Orlando
Teori Orlando menggambarkan mengenai fungsi dari keperawatan secara professional sebagai salah satu upaya memenuhi kebutuhan pasien akan pertolongan. Fungsi ini akan terpenuhi ketika seorang perawat dapat mencari tahu dan menemukan apa saja kebutuhan yang diperlukan dari seorang pasien. Teori Orlando difokuskan pada bagaimana menciptakan kemajuan pada tindakan dari seorang pasien. Kemajuan dari seorang pasien dapat dilihat dari tingkah laku dan tindakan yang dapat diamati oleh seorang perawat. Persepsi seorang perawat terhadap tingkah laku dari pasiennya dapat menghasilkan suatu pemikiran yang dapat mempengaruhi perawat untuk mengembangkan kjemampuannya.
Orlando mengidentifikasi dan mendefiniskan beberapa elemen dari reaksi langsung seorang perawat sebagai berikut:
•       Persepsi, simulasi fisik dari tiap orang berdasarkan hasil dari panca inderanya.
•       Pemikiran spontan mengenai persepsi yang berasal dari pemikiran seorang individu
•       Stimulasi perasaan dari hasil pemikiran dimana dapat mengerakkan seseorang dari hasil persepsi, pemikiran dan perasaanya.


5.          Penerapan Dalam Dunia Keperawatan
Praktek Kesehatan Teori Orlando telah berhasil digunakan di rumah sakit umum dan rumah sakit jiwa. Seperti pengakuan yang gambarkan pada Pusat Kesehatan Mental dan bagian klinik psikiatrik di Rumah Sakit umum di beberapa negara. Teori Orlando juga diterapkan di praktek keperawatan milik pribadi Dunia Pendidikan Teori proses keperawatan Orlando merupakan kerangka konseptual yang dapat dikembangkan dan dipraktekkan secara langsung. Pelatihan dari penerapan teori Orlando sangat berguna bagi perawat untuk mengontrol proses keperawatanya dan meningkatkan perkembangan dari reaksi seorang pasien. Penelitian Teori Orlando secara terus menerus menjadi dasar dari beberapa penelitian dibidang keperawatan dan diaplikasikan pada beberapa pengaturan prtoses penelitian. Beberapa peneliti yang mengembang teori Orlando diantaranya : Dracup dan Breu (1978), Pienschke (1973), Thibau dabn Reidy (1977) Schmiedhing (1988), Sheafor (1991), Ronte Reid (1992) dan banyak lagi peneliti lain. G. Pengembang Teori Orlando Disiplin Ilmu Proses keperawatan membutuhkan bagian yang integral pada murid dari sekolah keperawatan sehingga dapat diimplementasikan pada beberapa keadaan kondisi pada saat praktek keperawatan. Banyak dari pengguna Teori Keperawatan Orlando mengembangkannya dengan beberapa riset diantaranya Beuer dan McBride’s (2002) yang mengembangkanya pada proses perawatan dalam aspek penyakit bipolar.



















BAB III
PENUTUP


1.      Kesimpulan
Teori Keperawatan Orlanda berfokus pada:
1.      Tanggungjawab Perawat
2.      Mengenal perilaku pasien
3.      Reaksi segera
4.      Disiplin proses keperawatan
5.      Kemajuan/peningkatan

2.      Saran
            Untuk menjadi perawat yang profesional kita harus tahu tentang sejarah perkembangan keperawatan, karena dengan mengetahui model konsep teori keperawatan kita dapat mengetahui sampai dimana perkembangan keperawatan pada masa dahulu dan dimana letak kekurangan dan kelebihan keperawatan pada masa dahulu sehingga kita bisa memperbaiki kekurangan tersebut hingga menjadi lebih baik.



DAFTAR PUSTAKA

Ali, Zaidin. 2002. Dasar-Dasar Keperawatan Profesional. Jakarta: Widya Medika

Ari, Risang. 2013. Makalah 10: Teori keperawatan. http://risangari.blogspot.com/2013/11/makalah-10-teori-keperawatan.html diakses pada tanggal 03 November 2014.

Hidayat, A. Aziz Alimul. 2007. Pengantar Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika.

Kelas B RSJHK UMJ 2011-2012. 2011 . Teori Konseptual Keperawatan Ida Jean Orlando http://currentnursing.com/nursing_theory/Orlando_nursing_process.html diakses pada tanggal 03 November 2014.

Khair, ikhwanul. 2012. Teori Model Keperawatan. http://ikhwanul-khair.blogspot.com/2012/02/teori-model-keperawatan.html diakses pada tanggal 03 November 2014.

Nursalam.  2001. Proses dan Dokumentasi Keperawatan : Konsep dan Praktik. Jakarta : Salemba

PPNI .2000 .Standar Praktik Keperawatan. Jakarta :  PPNI.




Jumat, 19 Desember 2014

Laporan Praktikum Biologi Struktur Sel

Hai Sobat maya! Baru on lagi niih. kali ini aku bakalan share Laporan , yang bikin aku ngak tidur semalaman. smoga bermanfaat sobattt!!. sering sering mampir diBlog aku yah....
LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM BIOLOGI KEPERAWATAN

STRUKTUR SEL
 
 



DISUSUN OLEH :
KELOMPOK III

DIESY AYU RACHMAN
HAIKAL Z MOHAMAD
MINARTY DANTUMA
NURFATWA ISLAMININGTIA A. ILHAM
RATIH SUPRAPTI
SITY JUNIARTIKA ISHAK

LABORATORIUM JURUSAN BIOLOGI
JURUSAN KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN DAN KEOLAHRAGAAN
UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
2014








Praktikum I
A. Judul          :
Struktur Sel
B. Tujuan        :
                         Mahasiswa dapat menjelaskan struktur sel
C. Dasar Teori
Semua makhluk hidup tersusun dari sel,baik sel yang bersel satu (uniseluler) dan sel yang bersel banyak (multiseluler). Sel dikatakan sebagai unit atau kesatuan dasar kehidupan.  Sel berasal dari kata dalam bahasa latin cella atau cellulae yang berarti kamar-kamar kecil atau ruangan yang berukuran kecil atau ruangan yang berukuran kecil. (Waluyo,2006.18)
Pengetahuan tentang sel telah dimulai sejak abad ke-17,dimana pada waktu Robert Hooke (1635-1703) dari Inggris seorang kaca pedagang kaca berhasil membuat alat yang dapat digunakan untuk mengamati benda-benda yang sangat kecil .Alat itu dikenal dengan nama mikroskop.Dengan mikroskop itu Robert Hooke dapat melihat bagian-bagian dari irisan kulit kayu yang mati dan sangat kecil.Hasil pengamatan itu berupa petak-petak segi empat yang ditengahnya kosong .Benda tersebut disebut sel yang berarti petak atau ruang kecil.
Sel yang dikatakan hidup adalah sel yang masih memiliki inti sel dan sitoplasma. Apabila dalam ruang sel terdapat protoplasma maka sel tersebut bisa  dikatakan hidup karena pada  protoplasma terdapat plasma sel yang mengandung inti sel, butir-butir plastida, dan mitokondria. (Winarto,1981:41)
Pada umumnya sel itu bersifat mikroskopis yang artinya tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Besarnya dibatasi oleh membran .Suatu sel yang sangat aktif melakukan metabolisme tidak akan mempunyai volume yang besar. Setiap sel bergantung pada sel-sel lain untuk melakukan fungsi-fungsi yang tidak dapat melakukan sendiri. Meskipun sel itu beracam-macam, terdapat persamaan tertentu pada sifat-sifat bentuk dan fungsional yang lazim bagi kebanyakan sel. (Kimball,1992)
Sejak jutaan tahun yang lalu sudah ada kehidupan berbagai organisme. .Untukkelangsungan hidup dan mempertahankan jenisnya, setiap organisme mengalami perubahan struktural dan fungsional dalam kurun waktu ratusan tahun, sehngga organisme membentuk dua kelompok besar, yaitu:sel prokariotik dan sel eukariotik .(Waluyo,2006:18)
Sel prokariotik, yaitu sel yang tidak mempunyai membran inti. Sel ini intinya tidak jelas, biasanya berupa nukleid. Organelnya tidak lengkap, pada umumnya hanya terdapat nukleid, mesosoma, dan lamela. Sel prokariotik hanya memiliki membran luar yang membungkus sel. Sel prokariotik umumnya terdapat pada organisme berbentuk unisel . Contoh organisme prokariotik, yaitu: Bakteri dan ganggang biru. (Waluyo,2006:18)
Sel eukariotik mempunyai inti yang jelas.Inti dibatasi oleh membran inti,yang bahan intinya terdapat di dalam inti sel. Sel eukariotik memiliki dua macam membran rangkap yaitu membran sitoplasma dan membran inti. Di dalam inti sel terkandung sebagian besar DNA.  Biasanya sel eukariotik membentuk organisme multisel, tidak dapat berguna apabila satu sel. Berbeda dengan organisme unisel dapat hidup meskipun hanya satu sel,krena kemampuannya dalam mempertahankan hidupnya baik dalam metabolisme maupun pekembangbiakannya, contohnya: pada tumbuhan dan hewan. (Waluyo,2006:18-19)




Secara struktural dan fungsional sel terdiri atas: membran plasma, nukleus, dan organel-organel lain.
  1. Membran Sel
Membran plasma merupakan suatu selaput yang membungkus suatu massa protoplasma. Sedangkan protoplasma yang mengelilingi nukleus disebut protoplasma. Komponen penyusun dasar protoplasma adalah air (H2O) dan yang jumlahnya berkisar antara 70-90 dari berat individu, terdapatnya dalam bentuk bebas atau terikat.
Lipid dan protein adalah penyusun utama membran, walaupun karbohidrat juga penting. Lipid yang paling melimpah di sebagian besar membran adalah fosfolipid.   Membran bersifat permeabilitas selectif artinya memungkinkan beberapa zat untuk menembus membran tersebut secara lebih mudah daripada zat-zat lain. (Campbell,2008:135)
Fungsi membran untuk mengatur pertukaran zat, sebagai pelindung, tempat menerima rangsang, serta  pertahanan.
  1. Nukleus
Nukleus mengandung sebagian besar gen dalam sel eukariotik ( sebagian gen terletak dalam mitokondria dan kloroplas ) Nukleus umumnya merupakan organel yang paling menonjol dalam sel eukariotik dengan diameter 5 m. (Campbell, 2008:108)
Ada beberapa bagian dari nukleus:
1.      Membran inti
Membran inti memisahkan inti sel dari sitoplasma, terdiri atas dua lapisan. Dalam berhubungan dengan inti sel dan lapisan luar, berhubungan dengan membran retikulum endoplasma.
2.      Nukleoplasma dan Kromosom
Inti sel mengandung nukleoplasma. Bahan kimia yang terdapat pada nukleoplasma yaitu larutan fosfat, gula ribosa protein, nukleotida, dan asam nukleat. Di dalam nukleoplasma terdapat pada nukleoplasma terdapat benang-benang kromatin tampak jelas saat sel membentuk kromosom.
3.      Nukleolus
Setiap nukleolus mengandung nukleoli yang berbentuk bulat, secara kimia mengandung RNA dan protein. Nukleous berfungsi mesintesis RNA ribosom. (Waluyo,2006:25)
2.      .Organel-organel sel
  1. Retikulum Endoplasma
Berfungsi untuk alat transportasi zat-zat diperlukan intisel dari luar inti sel. (Waluyo,2006:23)
Ada dua macam RE, yaitu:
·         RE halus berfungsi dalam berbagai proses metabolik, yang bervariasi menurut tipe sel. Proses-proses ini antara lain adalah sintesis lipid, metabolisme karbohidrat, serta detoksifikasi obat-obatan dan racun. Enzim-enzim pada RE halus penting dalam lipid, termasuk minyak, fosfolipid, dan steroid. (Campbell,2008:113)
·         RE kasar berfungsi menyekresikan protein yang dihasilkan oleh ribosom yang melekat pada RE kasar. (Campbell,2008:114)
  1. Ribosom
Ribosom yang merupakan kompleks yang terbuat dari RNA ribosom dan protein,  merupakan komponen seluler yang melaksanakan sintesis protein. (Campbell, 2008:112)
Ribosom terdapat di dalam sel hewan dan tumbuhan. Pada sel tumbuhan ribosom biasanya letaknya menyebar, sedangkan pada sel hewan menyebar dan ada juga yang menempel pada Retikulum Endoplasma.(Waluyo,2008:23)
2.      Mitokondria
Merupakan tempat respirasi seluler, metabolik yang menghasilkan ATP dengan cara mengambil energi dari gula, lemak, dan bahan bakar lain dengan bantuan oksigen.Mitokondria diselubungi oleh dua membran, yang masing-masing merupakan lapisan ganda fosfolipid dengan sekumpulan unik protein yang tertanam di dalamnya. Membran luar bertekstur mulus, namun membran dalam berlipat-lipat, dengan pelipatan ke dalam yang disebut krista. (Campbell,2008:118)
3.      Badan Golgi
Kita dapat menganggap badan golgi sebagai pusat pembuatan, penggudangan, pemilahan, dan pengiriman. Di organel ini, produk-produk RE, misalnya protein dimodifikasi dan disimpan serta kemudian dikirimkan ke berbagai tujuan lain. Badan golgi terdiri dari kantong-kantong pipih bermembran sisterna yang terlihat seperti tumpukan pita bread.Badan golgi dibangun oleh membran yang berbentuk kubus dan juga vesikula. Badan golgi terdiri dari berlapis-lapis ruangan yang juga ditutupi oleh membran. Badan golgi mempunyai 2 bagian, yaitu bagian cis dan bagian trans. Bagian cis menerima vesikel-vesikel yang pada umumnya berasal dari RE kasar.Vesikel ini akan diserap ke ruangan-ruangan di dalam badan golgi dan isi dari vesikel tersebut akan diproses.Ruangan-ruangan tersebut akan bergerak dari bagian cis golgi menuju bagian trans. Di bagian inilah ruangan-ruangan tersebut akan memecahkan dirinya dan membentuk vesikel, dan siap untuk disalurkan ke bagian-bagian sel yang lain atau ke luar sel.
4.      Lisosom
Lisosom terdapat pada sel hewan, bentuknya seperti bola dan ukuran diameternya kurang lebih 500 nm. Lisosom mengandung enzim hidrolitik yang berfungsi untuk mencernakan bahan makanan yang masuk ke dalam sel, baik secara pinositosis (makanan berupa cairan masuk secara diminum ) maupun secara fagositosis (makanan padat masuk secara ditelan ) Waluyo,2006:24).

5.      Sentrosom
Pada umumnya sel hewan memiliki sentrosoma, letaknya pada sitoplasma dekat membran inti. Pada saat pembelahan mengandung 2 sentriol, sebuah sentrosom terbentuk dari 9 sel tabung masing-masing sel terdiri atas 3 buah mikrotubul berfungsi menggerakkan kromosom pada saat pembelahan sel.
D. Alat dan Bahan
1.      Alat

-       Mikroskop
-       Tusuk gigi
-       Pipet
-       Gelas penutup
-       Gelas objek
2.      Bahan
-       Mukosa pipih
-       Sel epitel
-       Sel darah manusia






E. Prosedur Kerja
1. Pengamatan Mukosa Pipih
 


-       Mengorek secara perlahan-lahan bagian dalam pipi
-       Meletakkan di atas kaca preparat
-       Menetes aquades kemudian tutup dengan gelas penutup
-       
Text Box: Sel terlihat tidak beraturan karena tidak memiliki dinding sel. Nampak organel sel berupa sitoplasma, membran plasma, dan nukleus.
Mengamati di bawah mikroskop





2.      Pengamatan Sel Epitel

Text Box: Sel Epitel
 


-       Meletakkan preparat awetan sel epitel dibawah mikroskop
-       Menggambar bagian-bagian dari sel
-       Menentukan bagian-bagian sel yang diamati
Text Box: Sel epitel yang mempunyai tinggi yang melebihi ukuran lebarnya. Dari permukaan epitel, bentuk selnya poligonal. Intinya yang berbentuk oval agak ke basal.
 





3.      Pengamatan Sel darah

Text Box: Sel Darah
 


-       Meletakkan preparat awetan sel darah dibawah mikroskop
-       Menggambar bagian-bagian dari sel
-       Menentukan bagian-bagian sel yang diamati

Text Box: Bentuk sel darah merah terlihat berbentuk cakram/ kepingan bikonkaf dan tidak mempunyai inti.
 






















F. Hasil Pengamatan

No
Percobaan
Perbesaran mikroskop
Gambar dokumentasi
Pengamatan
1
Preparat Mukosa pipih
Perbesaran 40x

- Bentuk sel tidak beraturan karena tidak mempunyai dinding sel.
- Bagian-bagian yang ditemukan dari hasil pengamatan, yaitu membran plasma yaitu bagian terluar sel yang melindungi bagian dalam sel, nukleus gambarnya berupa titik, dan sitoplasma, yaitu bagian antara membran dan nukleus.
2
Preparat Sel darah manusia
Perbesaran 40x
Bentuk sel darah merah terlihat berbentuk cakram/ kepingan bikonkaf dan tidak mempunyai inti.
3
Preparat Sel epitel
Perbesaran 40x
Sel epitel yang mempunyai tinggi yang melebihi ukuran lebarnya. Dari permukaan epitel, bentuk selnya poligonal. Intinya yang berbentuk oval agak ke basal.












G. Tugas
1.      Mengapa sel disebut sebagai satuan struktural dan satuan fungsional makhluk hidup?
2.      Sebutkan ciri-ciri jaringan epitel!
3.      Sebutkan pembagian jenis-jenis sel darah putih pada manusia!
4.      Apakah sel darah merah berwarna merah dan darah putih berwarna putih? Jelaskan!
Jawab
1.      Karena Sel sebagai kesatuan struktural berarti makhluk hidup terdiri atas sel-sel. Makhluk hidup yang terdiri atas satu sel disebut makhluk hidup bersel tunggal/uniseluler dan makhluk hidup yang terdiri dari banyak sel disebut makhluk hidup multiseluler.
Sedangkan Sel sebagai unit fungsional berarti seluruh fungsi kehidupan/ aktivitas kehidupan (proses metabolisme, reproduksi, iritabilitas, digestivus, ekskresi dan lainnya) pada makhluk hidup bersel tunggal dan bersel banyak berlangsung di dalam tubuh yang dilakukan oleh sel.
2.      Ciri-ciri jaringan epitel adalah sebagai berikut :
– ditemukan di seluruh tubuh
-          Berbentuk pipih, batang dan kubus.
-          Disusun oleh sel dan molekul ektraseluler berbentuk matriks yang berguna untuk mengikat jaringan kdengan bagian dibawahnya.
-          Berbentuk sel penyusun bervariasi bergantung pada fungsi dan letaknya
-          Mempunyai sebuah permukaan yang tidak berhubungan dengan jaringan lain, sedangkan permukaan lainnya berhubungan dengan membran dibawahnya.
-          Tidajk terdapat material diantra sel2 penyusunnya
-          Berfungsi sebagai penutup dan kelejar
-          Beberapa jenis epitel menunjukkan spesialisasi yaitu tonjolan jaringan untuk memperluan permjukaan, memindahkan partikel asing atau untuk pergerakan.
3.      Ada beberapa jenis sel darah putih yang disebut granulosit atau sel polimorfonuklearyaitu:
§  Basofil.
§  Eosinofil.
§  Neutrofil.
dan dua jenis yang lain tanpa granula dalam sitoplasma:
§  Limfosit.
§  Monosit.
4.      Sel darah merah berwarna merah, warna merah sel darah merah sendiri berasal dari warna hemoglobin yang unsur pembuatnya adalah zat besi. Pada manusia, sel darah merah dibuat di sumsum tulang belakang, lalu membentuk kepingan bikonkaf.
Sedangkan sel darah putih sesungguhnya tidaklah berwarna putih, tetapi jernih. Disebut sel darah putih untuk membedakannya dari sel darah merah yang berwarna merah. Sel darah putih bentuknya tidak teratur atau tidak tetap.











H. Pembahasan

Pengamatan Mukosa Pipih
Percobaan pertama mengenai pengamatan sel pada mukosa pipih, kami mengamati mukosa pipih dibawah mikroskop dengan perbesaran 40x terlihat bagian-bagian sel yaitu sitoplasma, membran plasma, dan nukleus.  Sel epitelium rongga mulut merupakah epitelium pipih berlapis banyak. Sel ini tidak memiliki dinding sel nyata, tetapi memiliki membran sel. Pada bagian tengah sel terlihat adanya inti sel serta terdapat cairan sitoplasma.
Sitoplasma tersusun atas air, protein, lemak, mineral, dan enzim-enzim di pergunakan untuk mencerna makanan secara ekstraseluler dan untuk melakukan proses metabolisme sel. metabolisme terdiri dari proses penyusunan (anabolisme) dan penguraian (katabolisme) zat-zat.Sitoplasma adalah fase cair dalam sel yang mengandung berbagai macam konstituen berupa organel sel, antara lain mitokondria, ribosom, dan lain-lain.
Membran sel atau membran plasma tersusun atas molekul lemak dan protein. fungsinya sebagai pelindung molekuler sel terhadap lingkungan di sekitarnya, dengan jalan mengatur lalu lintas molekul dan ion-ion dari dan ke dalam sel.
Inti sel atau nukleus merupakan organ terbesar sel, dengan ukuran diameter antara 10-20 nm. Nukleus memiliki bentuk bulat atau lonjong. Hampir semua sel memiliki nukleus, karena nukleus ini berperan penting dalam aktivitas sel, terutama dalam melakukan sintesis protein. Namun ada beberapa sel yang tidak memiliki nukleus antara lain sel eritrosit dan sel trombosit. Komposisi nukleus terdiri atas membran nukleus, matriks, dan anak inti.

Pengamatan Sel epitel
Dilakukan pengamatan terhadap awetan sel epitel dibawah mikroskop dengan perbesaran 40x. Terlihat bahwa sel epitel Sel epitel yang mempunyai tinggi yang melebihi ukuran lebarnya. Dari permukaan epitel, bentuk selnya poligonal. Intinya yang berbentuk oval agak ke basal. Fungsi dasar dari sel epitel adalah untuk memberikan lapisan pelindung untuk organ ia ditutupi.
Pengamatan Sel darah manusia
Dilakukan pengamatan terhadap awetan sel darah merah dibawah mikroskop dengan perbesaran 40x nampak sel darah merah berbentuk cakram/kepingan bikonkaf dan tidak mempunyai inti atau nukleus. Sel darah merah dibuat di sumsum tulang belakang, lalu membentuk kepingan bikonkaf.. Fungsi sel darah merah yaitu sebagai penghantar oksigen keseluruh tubuh, penentu golongan darah, menjaga sistem kekebalan tubuh, dan membantu pelebaran pembuluh darah.
















I. Kesimpulan
Semua makhluk hidup tersusun dari sel,baik sel yang bersel satu (uniseluler) dan sel yang bersel banyak (multiseluler). Sel dikatakan sebagai unit atau kesatuan dasar kehidupan.  Sel berasal dari kata dalam bahasa latin cella atau cellulae yang berarti kamar-kamar kecil atau ruangan yang berukuran kecil atau ruangan yang berukuran kecil. (Waluyo,2006.18)
Struktur Sel :
a.      Membran Plasma
b.      Nukleus (Inti Sel)
Organel yang terdapat di sitoplasma antara lain :
1.      Mitokondria
2.      RE kasar
3.      RE halus
4.      Ribosom
5.      Sentrosom
6.      Aparatus golgi
7.      Lisosom




DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2012. Laporan Praktikum Sel Mukosa Pipi. http://duuaaarra.blogspot.com/2012/05/laporan-praktikum-sel-mukosa-pipi.html Diakses pada tanggal 8 November 2014
Campbell, Neil .A, dkk. 2008. Biologi Jilid 1(Edisi kedelapan). Jakarta: Erlangga
Kimball. 1992. Biologi Universitas.  Jakarta: Erlangga
Lillipaly, Elena. 2013. Laporan Praktikum Bentuk dan Struktur Sel. http://nls11.blogspot.com/2013/06/laporan-praktikum-bentuk-dan-struktur.html Diakses tanggal 8 November 2014
Waluyo, Joko. 2006. Biologi Dasar. Jember: Universitu press
Waluyo, Joko, dkk. 2012. Petunjuk Praktikum Biologi Dasar.  Universitas Jember:Jember